Ingin Melatih Kesabaran? Coba Jadi Pelayan Restoran

Gambar: quiddlebee.com

Pernah datang ke restoran, lalu lihat orang marah-marah? Itu biasanya kombinasi dari perut lapar, badan letih dan kesabaran yang tipis. Yang jadi pelampiasan, tentu saja si pelayan. Gubrak! Meja digebrak, pelayanpun didamprat.

Waktu kemarin buka usaha kuliner, saya belajar untuk bisa di semua lini usaha, termasuk menjadi pelayan. Buat saya yang waktu itu baru saja pindah haluan dari programmer ke jualan, awalnya cukup grogi juga. Sewaktu jadi programmer, saya kebanyakan hanya ‘bicara’ sama laptop. Saat jualan, saya bicara sama orang banyak. Harus bisa kasih service yang baik. Senyum, ramah dan sabar.

Saat itulah saya belajar, bahwa posisi pelayan memang membutuhkan mental yang kuat. Terutama untuk konsumen yang datangnya sekeluarga. Biasanya tipe konsumen seperti ini cukup heboh (karena capek habis jalan-jalan dan bawa anak kecil), dan ada 1-2 orang yang sewot. Butuh kesabaran untuk bisa mencatat satu persatu pesanan mereka. “Ga pake lama ya, Mas..”, kata mereka. Tahun 2016, istilah itu masih dipakai! Haha.

Sekarang, saya sangat merekomendasikan pekerjaan ini untuk bisa belajar sabar. Kita jadi tahu standar service yang baik. Bagaimana caranya tetap tenang menghadapi orang yang nyolot. Setelah terbiasa, kita tidak akan takut untuk ketemu orang-orang lain. Memang susah di awal, tapi sangat sepadan dengan hasilnya.

Gimana, berani? 😀

Leave a Reply