Pengusaha atau Karyawan, Siapa Lebih Penting?

Hari gini masih kerja sama orang?

Sampai kapan mau disuruh-suruh terus?

Sering dengar kalimat-kalimat tadi? Setujukah? Saya tidak. 😀

Kebetulan, dalam hidup saya, saya bisa dikasih kesempatan ketemu dengan banyak pengusaha, calon pengusaha, maupun mantan pengusaha (yah, begitulah). Setelah sering ngobrol sana sini, terutama dengan orang yang pernah ada di dua sisi (pengusaha dan karyawan), muncullah kesimpulan-kesimpulan terkini.

Pengusaha dan karyawan itu sama pentingnya. Dua-duanya saling membutuhkan. Pengusaha, tanpa karyawan, tidak akan bisa mengembangkan usahanya. Karyawan, tanpa pengusaha, tidak akan punya arah dalam bekerja. Lagipula, kalau seluruh masyarakat negeri tercinta ini jadi pengusaha (tanpa terkecuali), siapa karyawannya? Orang-orang yang ngomong “hari gini masih kerja sama orang”, apa iya bakal ngomong seperti itu ke karyawannya sendiri?

Pernah ada teman yang sudah cukup lama bekerja, lalu ditawarin modal oleh bosnya untuk membuka usaha. Dia menolak. Alasannya sederhana, kepingin punya pekerjaan dengan jam kerja stabil, sehingga bisa punya waktu luang untuk mengurus keluarga. Sah-sah aja dong. Pada umumnya, karyawan yang kerja jam 9 ke 5, pulang kerja pikirannya plong. Pengusaha? Dalam mimpi pun masih mikir. Itupun kalo masih punya waktu untuk tidur. Haha.

Kita sudah punya pola pikir sendiri. Untuk beberapa orang, pola pikir itu tidak bisa dipaksakan. Karyawan dengan pola pikir pengusaha, di jam kerja buka Instagram. Tawar-tawarin barang. Tidak sah dong. Mending resign, lalu fokus usaha. Pengusaha dengan pola pikir karyawan, jualannya nunggu bola. Tidak ada inovasi atau gebrakan apapun. Usahanya stagnan. Dikasih cobaan, drop sejadi-jadinya. Kalau sudah begini, mending balik bekerja saja, tidak masalah. Kita mesti berada di lingkungan yang cocok buat hati kita. “Cocok” itu penting.

Jadi, buat temen-temen yang jadi pengusaha dengan pola pikir seperti kalimat di awal artikel ini, coba dipikir-pikir lagi. Karyawanmu, asetmu. Dihargai, bukan direndahkan. Kesuksesan sebuah usaha tidak lepas dari semangat mereka dalam bekerja. Buat temen-temen karyawan, kerjanya fokus aja. Bagi pengusaha baru, waktu kondisi lagi sulit, si empunya pasti berjuang sekedar untuk bisa bayar gaji. Tolong dihargai.

Begitulah. Ini tulisan hasil dari keliling ngobrol ngalor ngidul ke sana ke mari. Kalo ada yang tidak setuju, silahkan tulis komentar. Ini sifatnya sharing aja kok. Mudah-mudahan tulisannya berguna.

NB: Tulisan ini diambil dari web Rapatata, dengan penyesuaian seperlunya.

Leave a Reply