Pentingkah Mencari Partner untuk Memulai Startup?

Gambar: businesscashadvance.com

Eh, gue ada ide nih. Kita bikin startup bareng yuk! Lu ngurusin teknis, gue manajemen. Gimana?

Jaman sekarang, semakin banyak anak muda yang tertarik untuk berbisnis. Diawali obrolan iseng bersama rekan, berlanjut ke konsep, lalu bermuara pada sebuah startup (perusahaan baru) yang didirikan bareng-bareng. Biasanya, rekan ini disebut juga partner, atau co-founder. Istilah keren jaman sekarang. Pertanyaannya, sepenting apakah kita menggaet rekan untuk membangun sebuah startup?

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa potensi masalah yang dapat timbul jika kita membangun startup bersama rekan, yaitu:

  1. Kesulitan menyatukan visi. Ini masalah yang paling mendasar. Si A mau ke kiri, si B mau ke kanan. Tidak ada yang mau mengalah.
  2. Kesulitan menjaga motivasi tim. Mencari orang pintar itu mudah. Namun mencari orang yang mau berjuang dan bermental baja untuk melewati masa-masa pahit, itu yang susah. Tantangan startup itu sangat keras. Waktu, tenaga dan dana bisa kita curahkan 100%, tapi hasil masih saja jelek. Rekan yang tidak bisa menjaga motivasinya, akan mundur secara perlahan.
  3. Etos kerja yang buruk. Sayangnya, orang-orang di negara tercinta kita ini, kebanyakan lebih senang bergosip daripada kerja. Cukup susah menurut saya mencari orang yang etos kerjanya tinggi. Saya pernah berkesempatan mencicipi bekerja di luar negeri, walaupun sebentar. Di sana, kita bisa fokus kerja (bahkan sampai pagi buta), tanpa ngegosip! Lingkungan kerja seperti itu yang sangat saya nikmati, walaupun sayangnya, susah dicari di sini.
  4. Pembagian tugas tidak jelas. Yang namanya pengusaha pemula, terkadang kita tidak tahu persis di awal, apa saja tugas yang mau dibagi. Ketika pekerjaan menumpuk, biasanya mulai saling lempar. Ketika ada yang salah, mulai saling tunjuk. Ujung-ujungnya, berantem.

Kalau saya lihat di lapangan pun, tidak banyak usaha model begini yang bertahan lama. Lebih banyak yang ujung-ujungnya bubar. Penyebabnya biasanya tidak jauh dari keempat alasan di atas. Sayangnya, kalau sudah bubar bisnisnya, biasanya pertemanannya juga bubar. Sudah jatuh, tertimpa tangga.

Saran saya, kalaupun mau bekerja sama, carilah orang yang layak. Yang mau berjuang. Jika tidak ada, jalan sendiri saja juga cukup. Kalau butuh modal, bisa cari investor. Kalau butuh tim, bisa merekrut karyawan. Tidak perlu ngotot cari rekan. Memang, rekan itu gratis, tidak perlu digaji. Tapi ada potensi masalah yang besar juga di situ. Lagipula, kalau kita kelola sendiri, kita dapat ilmu dan pengalaman yang lebih komplit.

Jadi gimana, masih mau cari partner atau yakin jalan sendiri? 😀

2 Replies to “Pentingkah Mencari Partner untuk Memulai Startup?”

  1. mantap uy bang.. gajadi deh cari partner, absen sendiri aja….wkwkwk #nitipabsen

    1. Medison Simbolon says: Reply

      Ini teh maksudnya mau bisnis apa kuliah? Haha

Leave a Reply