Tantangan Menjadi Agen Properti

Gambar: play.google.com

Saya turut bersedih membaca berita tentang Farah, seorang agen properti yang mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan kemarin. Kejadian ini tentunya tidak diinginkan semua orang. Semoga pelaku mendapatkan ganjaran seadil-adilnya.

Mungkin ada baiknya saya berbagi sedikit tentang tantangan-tantangan menjadi seorang agen properti. Mudah-mudahan bisa memberi sedikit gambaran terhadap calon agen, calon klien atau siapapun juga.

Sebagaimana lazimnya kita berjualan, kita akan kontak dengan orang baru. Sebut saja namanya Mr. X. Kita dan Mr. X sama sekali belum pernah bertemu. Namun, ketika dikontak, kita berusaha untuk ‘merawat’ komunikasi itu sampai bisa berujung pada transaksi (closing). Yang jadi masalah, tidak semua ceritanya berjalan mulus. Berikut beberapa tipe karakter Mr. X yang sudah pernah saya dengar ataupun hadapi:

  1. Penelpon iseng. Kalau yang ini, semua agen pasti pernah mengalami. Mr. X telepon, tanya harga, tanya spesifikasi, lalu tidak ada kabar lagi. Buat agen, ini sudah makanan sehari-hari. Tidak masalah. 😀
  2. Agen lain. Ini ceritanya macam-macam. Ada yang dari awal sudah memperkenalkan diri sebagai agen, ada yang pura-pura sebagai pembeli. Saya sangat respek dengan agen yang dari awal telepon sudah terbuka.
  3. Penipu. Jenis Mr. X yang inilah yang berbahaya. Mereka ini berpotensi mencuri barang, mencuri dokumen, atau yang paling parah, seperti kejadian yang menimpa Farah tadi. Butuh kewaspadaan yang tinggi dari agen untuk bisa jauh dari bahaya seperti ini.

Jadi, agen properti itu bukan pekerjaan yang gampangan. Belum lagi kalau kita harus menghadapi Mr. X yang pemarah dan tidak sabaran. Semua itu harus bisa diredam, sampai ketemu pembeli serius yang bisa dipertemukan dengan penjual. Pada akhirnya, terjadilah transaksi. Penjual nyaman, pembeli senang.

Butuh mental yang sangat kuat untuk bisa menjadi agen yang profesional. Semua dilakukan demi menjamin kepuasan klien terhadap jasa yang kita berikan.

Semoga dunia properti ke depan semakin baik dan tidak ada lagi kejadian-kejadian serupa.

Leave a Reply