Hati-Hati Dicatut di Petisi Change.org

Tepat tanggal 12 Januari lalu, saya dapat kiriman dua email dari situs petisi Change.org. Email pertama berisi ucapan selamat datang di Change.org. Email kedua berisi notifikasi bahwa saya telah menandatangani sebuah petisi. Padahal, saat itu saya sama sekali belum pernah mendaftar di Change.org. Daftar saja belum pernah, apalagi menandatangani petisi.

Foto: Email yang dikirim. Isi sengaja ditutup supaya saya tidak ikut mempopulerkan petisi tsb

Saya-pun lalu mengecek petisi tersebut di Change.org lewat tautan yang dikirimkan via email tadi. Supaya bisa login, saya pakai fasilitas ‘lupa password’. Hasilnya? Saya memang sudah ‘menandatangani’ petisi itu!

Foto: Petisi tersebut sudah ‘ditandatangani’ oleh saya

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Nah, saya coba oprek-oprek sedikit bagaimana cara kerja dari Change.org. Ternyata, untuk mendaftar di Change.org, kita cukup memasukkan nama, alamat email dan password saja. Tanpa perlu aktivasi via email, akun tersebut sudah bisa digunakan untuk menandatangani sebuah petisi!

Dengan ‘kekurangan’ ini, maka seseorang bisa pakai alamat email siapa saja untuk menandatangani petisi yang mereka buat. Tugasnya tinggal cari alamat email sebanyak mungkin, lalu daftarkan. Petisi tersebut seolah-olah ditandatangani banyak pihak, padahal semuanya hanya pencatutan. Si pemilik email aslinya tidak tahu apa-apa.

Di satu sisi, sistem Change.org ini tidak sempurna. Hal mendasar seperti aktivasi akun via email tidak mereka maksimalkan. Pada pengaturan Change.org juga bahkan ada pilihan untuk mengganti email. Fitur tersebut sudah ditiadakan pada sistem-sistem lain. Di sisi lain, orang-orang yang punya kepentingan mencoba mengeksploitasi situs yang sedang naik daun ini, dengan mengorbankan nama orang lain. Menyedihkan.

Saran saya kepada Change.org cuma dua. Pertama, akun harus diaktivasi dulu, baru boleh dipakai. Kedua, hapus fitur ganti alamat email. Jika kedua saran tersebut diterapkan, mudah-mudahan kasus serupa tidak terjadi lagi.

Saya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak internal Change.org pada tanggal 12 Januari lalu. Belum ada tanggapan sampai hari ini. Lalu karena Change.org tidak menyediakan fitur pembatalan tandatangan, saya (dengan sangat terpaksa) menghapus akun saya yang tadi.

Tulisan ini dibuat dengan niat kritik membangun terhadap Change.org. Saat ini Change.org sudah menjadi salah satu saluran aspirasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Jangan sampai disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Leave a Reply