Politik Kantor, Begitu Kejamnya

Gambar: thequotepedia.com

Tidak bisa dipungkiri, tidak ada kantor yang bersih dari politik. Menjilat atasan, membuat kubu, hasut-menghasut hanya gara-gara satu hal: uang. Para karyawan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk ‘bermanuver’, bukannya bekerja. Seorang teman dulu pernah berkata, “Jika memasuki sebuah kantor, cari kubu yang ‘bendera’-nya paling kuat, lalu gabung di situ”. Maksudnya, kalau mau nyaman di kantor, bergaullah dengan kubu yang paling kuat. Haih.

Buat saya politik kantor itu benar-benar menyebalkan. Hal-hal yang seharusnya sederhana-pun bisa jadi rumit. Tidak berguna, tidak mendidik dan tidak adil. Sangat memakan waktu dan menurunkan produktivitas. Tapi tetap ada.

Politik kantor dapat mengangkat orang-orang yang bermulut manis dan menyiksa orang yang bekerja serius. Efeknya, tidak jarang posisi atas diisi oleh orang-orang yang kurang kompeten. Kalau sudah begini, efektivitas bekerja-pun berkurang. Orang-orang yang kompeten kalah bersaing dalam merebut jabatan, karena mulutnya kurang manis. Kejam.

Lalu, kita di posisi mana? Masihkah harus memakai jurus politik kantor untuk dapat jabatan? Masihkah harus membuat kubu agar ‘pesan politik’-mu nyampai? Mau sampai kapan?

Tunjukkan prestasi saja yuk!

Leave a Reply