Visi: Apa, Bagaimana dan Untuk Apa

Ketika kita masih kecil, hal yang kita pikirkan masih sederhana. Benar salah itu serba pasti. Matahari terbit dari Timur, bukan Barat. Satu tambah satu sama dengan dua, bukan tiga. Tumbuhan itu makhluk hidup, bukan benda mati. Semua pasti. Tidak perlu diperdebatkan. Tinggal diikuti saja.

Beranjak dewasa, kita dihadapkan dengan hal-hal yang lebih rumit. Benar atau salah mulai abu-abu. Setiap pilihan langkah yang diambil, selalu ada kelebihan kekurangan. Kita diminta mengambil keputusan. Apa panduan menentukan keputusan yang tepat? Jawab: Visi.

Visi merupakan tujuan yang ada di dalam benak kita. Gambaran kita akan apa yang mau dicapai. Dari visi, kita ketemu misi, lalu kita lakukan aksi. Contoh kecil: Jika kita lapar, ke manakah kita harus pergi? Kita ingin kenyang, maka kita pergi ke meja makan, bukan ke perpustakaan. ‘Masalah’-nya adalah lapar, ‘visi’-nya adalah kenyang, ‘misi’-nya adalah pergi ke meja makan dan ‘aksi’-nya adalah makan. Masalah terpecahkan.

Dalam hidup maupun dalam bisnis, sangat penting buat kita untuk memiliki visi. Visi memberi kita arahan. Setiap kali ada masalah, kita bisa memilih solusi yang paling mendekatkan kita ke visi. Seperti contoh di atas tadi. Kalau kita ‘lapar’, yang paling mendekatkan kita ke ‘kenyang’ adalah ‘pergi ke meja makan dan makan’. Kalau kita ‘lapar’, lalu kita ‘menanam padi’, mungkin bisa membawa kita ke ‘kenyang’, tapi jauh lebih lama prosesnya.

Sumber: 2020bv.com

Lalu, bagaimana menentukan visi hidup/bisnis?

Jawabannya, semua tergantung ke kita masing-masing. Dalam puluhan tahun ke depan, gambaran apa yang ingin kita capai? Pencapaian apa yang, jika kita bayangkan, kita merasa bahagia? Ini membutuhkan pengalaman hidup, memang. Kita harus coba banyak hal dulu, supaya tahu apa yang cocok buat kita. Harus jelas, bukan sekedar ‘menjadi lebih baik’. Halah. 😀

Setelah tahu apa yang membuat kita senang, terciptalah konsep visi. Dari konsep, cobalah untuk menuliskannya ke dalam satu paragraf, atau lebih baik, satu kalimat. Semakin jelas visi itu, kita akan semakin yakin dan semangat mengejarnya.

Contoh visi perusahaan ternama (sumber):

  • Microsoft: A computer on every desktop and in every home
  • Instragram: Capture and share the world’s moments
  • Wikipedia: Imagine a world in which every single person is given free access to the sum of all human knowledge

Singkat cerita, visi itu mengarahkan dan meyakinkan kita dalam setiap langkah. Tanpa visi, langkah kita tidak jelas dan otomatis kita juga kurang termotivasi.

Mari melangkah. Melangkah terarah.

Leave a Reply