Kisah Sukses Bisnis itu Manis, tapi Tidak Matematis

Sumber: lottotime.com
Gambar: lottotime.com

Sepertinya tidak ada pelaku usaha yang tidak pernah baca kisah sukses orang lain. Minimal ada satu orang yang kita gali kisahnya, lalu kita jadikan panutan. Tokohnya macam-macam. Di luar negeri ada orang-orang seperti Warren Buffet, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Elon Musk, Jeff Bezos dll. Di dalam negeri, ada Bob Sadino, Merry Riana, Chairul Tanjung dll. Lalu, apa yang saya bisa pelajari dari mereka?

Satu hal yang bisa saya simpulkan adalah, cerita tiap orang itu beda-beda. Kisah sukses satu orang tidak bisa kita copy-paste lalu berharap dapat hasil yang sama. Terlalu banyak hal yang berpengaruh ke kesuksesan tersebut: karakter si pengusaha, kondisi pasar, kondisi modal dll. Contoh ekstrimnya, orang yang berkarakter kalem dan pendiam mungkin tidak bisa sukses menirukan gaya berbisnis Bob Sadino yang blak-blakan. Jika saja Michael Jordan mencoba karir menjadi penyanyi, mungkin dia tidak akan setenar Michael Jackson. Semua orang punya gaya masing-masing.

Lalu, bagaimana harusnya kita bersikap?

Saya percaya kalau kita tetap harus berpegang pada passion kita sendiri. Dengan mengetahui apa yang kita suka dan tidak suka, serta kelebihan dan kekurangan kita, kita bisa lebih baik dalam mengambil keputusan. Tidak perlu memaksakan menjadi orang yang bukan diri kita sendiri. Dengan menjalankan hal yang menjadi kesukaan kita, peluang suksesnya akan lebih tinggi.

Perlu diketahui, bahkan tokoh-tokoh top dunia juga pernah salah dalam memprediksi suatu peluang bisnis. Jadi, kalau ada orang yang bilang usahamu tidak akan sukses, tidak perlu berkecil hati. Bahkan orang-orang hebat juga bisa keliru. Hanya satu orang yang perlu percaya, yaitu diri kita sendiri. Kalaupun ternyata gagal, tidak masalah. Pelajaran yang diambil dari kegagalan sebuah bisnis, bisa jadi modal awal untuk bisnis berikutnya.

Bisnis memang bukan ilmu pasti, seperti matematika. Kita semua punya kesempatan untuk menulis rumus sendiri. Menulis kisah kita sendiri. Menjalaninya seru, penuh lika-liku, tapi pelajaran yang diberikannya sangat luar biasa. Hasil akhirnya juga akan sepadan.

Pertanyaannya hanya satu: apakah kita mau memulai?

Leave a Reply