Perlunya Melakukan Kesalahan Setiap Hari

Sumber: patrickbrinksma.nl
Gambar: patrickbrinksma.nl

Dari sepuluh hal yang saya lakukan, pada umumnya ada tujuh yang salah. Orang-orang yang mengenal saya cukup dekat pasti tahu soal ini. Saya suka sekali coba sana sini. Eksplorasi.

Tapi, itu dulu. Sekarang, dari sepuluh hal yang saya lakukan, salahnya tinggal lima. Ada perkembangan. Haha.

Saya akui, kalau mengingat-ingat kesalahan jaman dahulu, saya tidak bangga. Malu, malah. Tapi, justru kesalahan-kesalahan masa lalu itu yang membentuk saya jadi pribadi yang sekarang. Saya yang dulu cenderung naif, sekarang jadi lebih terbuka. Saya lebih bisa memilih, mana yang bisa dilakukan dan mana yang tidak.

Menjalani kehidupan dapat saya gambarkan seperti jalan di tengah hutan lebat. Biasanya, kalau satu grup orang masuk ke hutan, akan dibagi jadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah yang membuka jalan, memotong dahan dan ranting di depannya. Kelompok kedua adalah yang di belakang, menapaki jalan yang sudah dibuka oleh kelompok pertama.

Kelompok pertama cenderung beresiko. Kalau ada harimau, mereka diterkam pertama kali. Tapi kalau ada sungai, mereka yang minum pertama kali. Kelompok kedua cenderung lebih aman, karena tinggal mengikuti orang di depan.

Saya dengan senang hati selalu ingin jadi orang di kelompok pertama. Bukan karena saya pecinta resiko, tapi karena saya tidak betah kalau harus di belakang. Dengan menjadi orang di kelompok pertama, kita akan lebih banyak belajar. Orang di kelompok kedua kurang lebih hanya tinggal menerima kesimpulan kelompok pertama. Tinggal jalan saja.

Dengan pola pikir seperti itu, saya bukan orang yang akan nyaman dengan pekerjaan di bidang yang sama selama bertahun-tahun. Pekerjaan mengajar, programmer, desain, kuliner, marketing, sales, keuangan dll sudah saya jalani. Semua bidang tersebut sudah kasih saya pengalaman yang sangat luas. Mereka kasih tunjuk kesalahan saya, sekaligus kasih ilmunya. Itulah hidup yang berwarna, versi saya. Tidak ada serunya menjalani kehidupan yang sudah terprogram oleh kesimpulan orang lain.

Saya percaya, kita dilahirkan untuk menjadi penjelajah. Untuk mencoba terus hal baru. Lihat saja anak kecil yang selalu coba hal baru setiap hari. Meraba, merangkak, jalan, lari dll. Mereka penasaran. Walau sering jatuh, mereka menikmatinya. Lalu kenapa kita setelah dewasa malah terjebak di dalam pusaran rutinitas yang monoton selama bertahun-tahun lamanya?

Kenapa rasa penasaran itu harus kita redam?

Leave a Reply